Atraksi Keren di Atambua: Pacuan Kuda

Beritaangin – Setiap daerah di Indonesia memiliki atraksi yang menarik. Di dekat Atambua, NTT ada pacuan kuda yang bisa ditonton wisatawan.

Atambua adalah ibukota Kabupaten Belu di Provinsi NTT. Inilah kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Meskipun di perbatasan, ada atraksi yang menarik untuk wisatawan.

Apabila sedang berkunjung ke Atambua, salah satu atraksi yang wajib disaksikan adalah pacuan kuda yang. Atraksi ini selalu diadakan setiap tahun, biasanya setelah perayaan kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus atau saat momen spesial tertentu.

Para pesertanya pun tidak hanya dari warga Atambua saja namun ada yang berasal dari Pulau Timor termasuk Timor Leste. Lokasinya berada di Desa Tniumanu, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, tetangga Atambua. Cukup jauh dari jalan utama penghubungan Kabupaten Belu dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Pacuan kuda ini ditunggangi oleh para joki, yang merupakan anak laki-laki. Bak koboi yang sedang bertarung, para joki ini siap berpacu dengan para penunggang dengan kuda-kudanya. Mereka sudah bersiap di garis start dan menunggangi kuda tanpa pelana. Meskipun agak jauh dari pusat Kota Atambua, para penonton tetap antusias dan memadati lokasi acara.

Joki penunggang kuda biasanya adalah anak laki-laki dari pelepas kuda, yang merupakan pemilik kuda. Ini sudah menjadi sebuah tradisi yang turun temurun di permainan pacuan kuda Pulau Timor.

Biasanya, pacuan kuda dimulai pada siang hari, sekitar pukul 12.00 WITA. Permainan pun dibagi menjadi beberapa babak, sekitar belasan jumlahnya. Begitu pun lintasan yang akan dilewati, setiap kuda berada di panjang lintasan yang berbeda diukur sesuai tinggi masing-masing kuda.

Kuda dengan tinggi 140-170 cm berlomba di lintasan 600 meter. Kuda-kuda setinggi 180-190 meter berlomba di lintasan 800 meter. Sedangkan untuk kuda yang tingginya mencapai 2 meter, lintasannya 1 kilometer, satu lintasan penuh.

Beritaangin – Setiap kompetisi, pasti ada pemenang dan hadiah. Juara pertama dari pacuan kuda ini akan mendapatkan uang tunai senilai Rp 750.000.

Pacuan kuda ini memiliki esensi bagi setiap warga dan peserta. Setiap kuda dirasa sama pentingnya dengan keluarga sendiri. Sama halnya saat menjadi pemenang, hadiahnya mungkin tidak seberapa, tetapi rasa bangganya dapat diwariskan untuk anak dan cucu. Pemenang juga berarti yang paling tangguh di antara semua yang tangguh, karena kuda dan joki yang tangguh artinya mereka dididik dan terdidik dengan baik.

Tim Tapal Batas detikcom, Minggu (2/4/2017) sedang berada di Atambua. Mereka akan menjelajah Kabupaten Belu selama beberapa hari ke depan. Tunggu cerita seru dari mereka di sini ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PREDIKSIGERHANA.BIZ|Prediksi Togel AKURAT|ANGKA JITU|MASTER JITU|SYAIR LENGKAP|LIVEGAMES IDNPLAY| Info Judi Online Frontier Theme