Dua Siswa Hanyut Atas Amruknya Jembatan Tua Di Nusa Tenggara Timur

Beritaangin.com – Dua pelajar di Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Mindra Kefi (16/SMA) dan Fernando Funan (14/SMP), hanyut terbawa banjir saat jembatan tua yang mereka gunakan sebagai tempat menonton derasnya banjir, tiba-tiba ambruk diterjang banjir, Kamis (30/3/2017).

Beberapa rekan lainnya yang saat itu bersama-sama di atas jembatan langsung berlarian menyelamatkan diri saat jembatan itu mulai diterjang arus banjir yang deras hingga akhirnya ambruk bersama dua rekan mereka.

“Saat hujan berhenti, kami bermaksud lihat banjir. Kami berdiri di atas jembatan,

tiba tiba jembatan goyang dan kami lari tetapi mereka tidak lari dan akhirnya jatuh dalam air saat jembatan rubuh,”

kata Arianto Subai, rekan korban.

Menurutnya, tak berselang lama saat banjir mulai surut, Mindra Kefi (16) ditemukan warga di Kali Obe dalam kondisi meninggal dunia. Korban mengalami luka lecet di pipi kiri dan telinga kiri mengeluarkan darah.

Jasad Mindra Kefi yang ditemukan pukul 16.40 Wita, saat ini disemayamkan di rumahnya di Buit-buit, Desa Maubesi, Kecamatan Insana Tengah.

Sedangkan jasad Fernando Funan (14) masih dalam proses pencarian keluarga korban di sepanjang Kali Bibase Maubesi,

Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT.

Updated: Maret 30, 2017 — 6:20 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PREDIKSIGERHANA.BIZ|Prediksi Togel AKURAT|ANGKA JITU|MASTER JITU|SYAIR LENGKAP|LIVEGAMES IDNPLAY| Info Judi Online Frontier Theme