Industri Semen Bantu Pemerintah Tekan Efek Rumah Kaca

Beritaangin.com – Dalam rangka menjaga kelestarian ekosistem dunia, Indonesia bersama negara-negara lain saling bersepakat untuk berperan dalam upaya menekan emisi gas rumah kaca di wilayah masing-masing. Untuk itu, sejak tahun 2010 telah dibentuk lembaga setara kementerian yang secara khusus bertugas memantau segala hal mengenai perubahan iklim di Indonesia.

“Karena itu, adalah tugas Kami memantau soal perubahan iklim di Indonesia. Terutama kaitannya dengan kinerja industri, karena mereka adalah salah satu penyumbang terbesar selain dari aktifitas rumah tangga,” ujar Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim, Rachmat Witoelar di Jakarta, Kamis (6/4).

Menurutnya, ada beberapa aktifitas keseharian manusia yang cukup berperan dalam menyumbang emisi gas rumah kaca. Misalnya, saja aktifitas membuang sampah dan juga kesibukan lalu lintas.

“Dalam hal ini adalah industri otomotif. Semua orang kini menggunakan motor, mobil. Ini semua juga berpengaruh. Lalu industri yang sifatnya mengolah alam, seperti batu bara dan juga industri semen,” kata Rachmat.

Rachmat mengaku bersyukur bahwa sejauh ini para pelaku industri semen nasional cukup kooperatif dan memiliki kesadaran tinggi untuk turut berperan dalam menekan emisi gas rumah kaca. Salah satunya dengan menangani sekaligus menurunkan emisi CO2 yang dihasilkan dari kegiatan produksinya.

“PT Semen Indonesia Tbk sebagai salah satu pelaku utama saya pikir telah membuktikan komitmennya. Kita tahu, mereka melalui anak usahanya, yaitu Semen Padang, Semen Tonasa dan Semen Gresik yang tersebar di berbagai lokasi, berkontribusi besar dalam menekan emisi CO2 di Indonesia,” tegasnya.

Tak hanya soal penanganan emisi gas rumah kaca, lanjut Rachmat, Semen Indonesia juga terbukti berkomitmen dalam pelestarian lingkungan melalui tanggung jawabnya dalam mengembalikan fungsi lahan bekas tambang. Hal ini menjadi poin positif, mengingat masih ada banyak industri lain yang relatif kurang menyadari tanggung jawab tersebut.

“Meski saya belum melihat sendiri di lapangan, tapi sudah banyak laporan positif terkait hal itu. Lahan bekas lahan ditanami lagi, direboisasi, dilakukan biodiversity, fungsi tanahnya dikembalikan, airnya dijaga. Ada nurani di sana. Tidak sekadar kewajiban, tapi kesadaran. Ini tidak banyak disadari. Misal di (tambang) batubara, ini belum banyak,” ungkap Rachmat.

Dengan begitu, Rachmat menambahkan apresiasinya pada BUMN semen ini dan berharap agar kesadaran serupa juga dimiliki oleh para pelaku industri lain. Meski sudah cukup bagus, Rachmat juga berharap agar SMGR tidak berpuas diri dan senantiasa meningkatkan upayanya dalam menekan emisi gas rumah kaca di wilayah operasional produksinya.

“Yang namanya teknologi kan terus berkembang. Yang sekarang kita anggap bagus, esok hari ada yang lebih bagus. Sekarang saja di luar negeri sudah ada (perusahaan) yang zero emition. Saya harap Semen Indonesia juga mengarah ke sana. Namun, saya juga menyampaikan apresiasi dengan apa yang sudah dilakukan sejauh ini,” pungkasnya.

Updated: April 6, 2017 — 4:23 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PREDIKSIGERHANA.BIZ|Prediksi Togel AKURAT|ANGKA JITU|MASTER JITU|SYAIR LENGKAP|LIVEGAMES IDNPLAY| Info Judi Online Frontier Theme