Ledakan Bom di Depan Kantor Polisi Quetta Mengakibatkan 13 Orang Tewas

Beritaangin.com – Sebuah ledakan bom yang menargetkan kendaraan polisi di Kota Quetta, Pakistan barat daya, Jumat (23/6/2017), menewaskan sedikitnya 13 orang, dan melukai 20-an lainnya.

Ledakan itu terjadi di depan Kantor Kepolisian Quetta, yang merupakan Ibu Kota Provinsi Balochistan.

Provinsi yang dikenal kaya mineral itu adalah wilayah yang penuh dengan pemberontakan separatis dan kelompok teroris Islam.

“Jumlah korban tewas telah naik menjadi 13 orang,” kata Fareed Ahmed, petugas medis di RS di Quetta, seperti dikutip AFP.

Ahmed mengatakan, 20-an orang yang terluka akibat terkena pecahan bom.

Kepala Kepolisian Kota Quetta Abdul Razzak Cheema, mengatakan, sembilan polisi termasuk di antara 13 korban tewas.

“Saya sedang duduk di atas sebuah kursi, ada sebuah ledakan, saya terluka dan terjatuh,” kata seorang korban, Gulzar Ahmad.

Polisi mengatakan, kendaraan mereka ditargetkan dalam serangan tersebut.

“Ledakan tersebut menargetkan penjagaan polisi di depan kantor IG (Inspektur Jenderal). Sebuah sepeda motor juga hancur dalam ledakan tersebut,” kata Mohammed Tariq, seorang pejabat polisi senior.

Belum ada kelompok yang mengklaim serangan tersebut.

Pakistan telah memerangi pemberontakan Islam dan nasionalis di Balochistan sejak 2004. Ratusan tentara dan gerilyawan tewas dalam pertempuran tersebut.

Berbatasan dengan Iran dan Afganistan, Balochistan adalah provinsi terbesar di Pakistan.

Namun, kira-kira tujuh juta penduduknya telah lama mengeluh bahwa mereka tidak mendapat bagian yang adil dari kekayaan gas dan mineral yang ada di sana.

Dorongan yang lebih besar menuju perdamaian dan pembangunan yang digagas pihak berwenang Pakistan telah mengurangi kekerasan dalam beberapa tahun terakhir.

Upaya tersebut mencakup dimulainya sebuah proyek infrastruktur besar-besaran China.

Proyek itu berupa pembangunan “Koridor Ekonomi China-Pakistan”, yang memberi Beijing sebuah rute ke Laut Arab melalui pelabuhan laut Balochistan di Gwadar.

Beijing meningkatkan investasi di negara tetangganya di Asia Selatan sebagai bagian dari rencana yang diluncurkan pada tahun 2015.

Jalur penghubung antara wilayah Xinjiang yang jauh ke barat ke pelabuhan Gwadar adalah bagian utama dalam rencana itu.

Langkah yang dilakukan China adalah dengan serangkaian upaya peningkatan infrastruktur, daya, dan transportasi di wilayah tersebut.

Updated: Juni 23, 2017 — 1:27 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PREDIKSIGERHANA.BIZ|Prediksi Togel AKURAT|ANGKA JITU|MASTER JITU|SYAIR LENGKAP|LIVEGAMES IDNPLAY| Info Judi Online Frontier Theme