Pembangunan Kereta Bandara Solo Telan Biaya Rp 1 Triliun

Beritaangin.com – Pembangunan kereta bandara solo telan biaya sampai Rp 1 triliun, menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan pembangunan kereta bandara Adi Soemarmo menelan dana Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun. Dana pembangunan akan diurun bersama antara Kemenhub, PT KAI, PT PP dan Angkasa Pura I.

“Anggarannya kita kolaborasi, kira-kira antara Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun. Kita akan mulai pembangunan secepatnya,” ujar Menteri Budi saat ditemui pada acara peresmian, Solo, Sabtu (8/4).

Menteri Budi melanjutkan, dari jalur yang dipersiapkan, sekitar 7 persen atau kurang dari 7 hektar diantaranya milik masyarakat. Sisanya sebagian besar milik BUMN, Angkasa Pura I atau TNI AU.

“Kurang dari 7 hektar tanah milik masyarakat. Kita sudah siapkan Perpres dan ganti untung untuk pembebasan. Saya kira masyarakat Solo akan mendukung. Masyarakat Solo itu terkenal paling kritis, tapi kalau untuk kemajuan bersama pasti semua akan mendukung,” katanya.

Sebelumnya, proyek ini memiliki lintasan sekitar 50 kilometer (Km) yang menghubungkan Bandara Adisumarmo dan Adi Sucipto, Yogyakarta.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan, selain menghubungkan dua bandara yang berdekatan, kereta bandara ini nantinya akan bisa mengefisienkan pergerakan penumpang antar moda. Yaitu dari moda transportasi udara dengan moda transportasi kereta dan bus (darat).

Untuk di kota Solo, kereta bandara ini akan terhubung langsung dengan Stasiun Kereta Solo Balapan dan Terminal Bus Tirtonadi. “Dengan integrasi yang baik antar moda ini, akan mewujudkan pembangunan transportasi yang lebih efektif dan efisien,” ujar Agus dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Transportasi antarmoda yang baik antara pesawat dengan kereta dan bus mempunyai banyak keuntungan. Selain mengefektifkan dan mengefisienkan pergerakan antar moda bagi penumpang, juga dapat mengurangi kemacetan karena akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Selanjutnya juga akan dapat mengurangi polusi udara yang diakibatkan asap kendaraan bermotor.

“Transportasi antarmoda tersebut juga sudah dikembangkan di bandara-bandara besar di dunia. Misalnya saja Bandara Heathrow dan Gatwick di London, JFK di Amerika, Charles de Gaule Perancis, juga sudah terhubung dengan menggunakan kereta api menuju Bandara,” lanjut Agus.

Adanya kereta bandara yang menghubungkan dua bandara ini, lanjutnya, akan menjadi langkah dalam mewujudkan airport city. “Dengan demikian Airport Train Shutlle yang menghubungkan 2 bandara tersebut meleburkan 2 bandara itu menjadi satu Airport City. Mendukung realisasi Nawacita butir 7 yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PREDIKSIGERHANA.BIZ|Prediksi Togel AKURAT|ANGKA JITU|MASTER JITU|SYAIR LENGKAP|LIVEGAMES IDNPLAY| Info Judi Online Frontier Theme