Pertamina Isyaratkan Kelola Sendiri Hasil Delapan Blok Migas Terminasi

Beritaangin.com – PT Pertamina belum memberikan jawaban kepada Pemerintah, terkait tawaran untuk mengelola delapan blok migas yang akan habis masa kontraknya ( terminasi) pada tahun depan.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengatakan bahwa pihaknya akan segera memberi jawaban terkait permintaaan pemerintah tersebut pada akhir bulan ini.

Ia mengisyaratkan, Pertamina akan mengelola sendiri delapan blok tersebut antara lain, Blok Ogan Komering, Blok Sanga-Sanga, Blok Tuban, Blok Tengah, Blok South East Sumatera, Blok East Kalimantan, Blok NSO, dan Blok B.

“Akhir bulan ini kita kirim jawaban. Tapi kelihatannya positif semuanya,” kata Elia di Terminal BBM Jakarta Group, Plumpang, Jakarta Utara, Rabu (14/6/2017).

Meski demikian, Elia mengatakan masih butuh diskusi dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, I Gusti Nyoman Wiratmaja terlebih dulu.

“Nanti kita diskusi dengn Pak Wiratmaja,” kata Elia.

Diketahui, banyak perusahaan yang tertarik menggarap blok migas yang habis masa kontraknya ( terminasi) itu. Salah satu yang disebut-sebut sangat tertarik adalah perusahaan minyak asal Malaysia, yakni Petronas.

Perusahaan hulu migas asal Malaysia itu pun masih menunggu penawaran kerja sama Pertamina, untuk bergabung menggarap di salah satu blok terminasi itu.

PT Pertamina sendiri masih memikirkan untuk mengelola delapan blok migas terminasi tahun depan itu. Alasannya, pemerintah mewajibkan memakai skema bagi hasil gross split untuk seluruh blok tersebut.

Kementerian ESDM memberikan tenggat waktu sampai akhir bulan ini kepada Pertamina untuk memberi jawaban,

merinci detail, apakah blok tersebut masih ekonomis atau tidak untuk dikelola.

Updated: Juni 14, 2017 — 1:06 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PREDIKSIGERHANA.BIZ|Prediksi Togel AKURAT|ANGKA JITU|MASTER JITU|SYAIR LENGKAP|LIVEGAMES IDNPLAY| Info Judi Online Frontier Theme