Polisi Tangkap WN Singapura yang Sekap Anak Angkat di Batam

Beritaangin Polisi menangkap WN Singapura Kamarulzaman bin Abdul Rahman yang menyandera anak angkatnya di Batam, Kepulauan Riau. Pelaku sempat melawan. namun berhasil dilumpuhkan kepolisian.

Korban bernama Mesya (8) berhasil dievakuasi di Perumahan Seraya Garden, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam pada hari Kamis (6/4/2017) malam.
Polisi mendobrak pintu ke tempat persembunyian Kamarulzaman dan berhasil mengamankan 2 unit senjata tajam dari pelaku.

“Pelaku sempat melawan dan berusaha mengambil senjata tajam, namun berhasil dilumpuhkan dengan cara teknik bela diri,” Ujar Kapolresta Balerang AKBP Hengki.

Polisi juga mengatakan Kamarulzaman merupakan kriminal di negara asalnya.Pelaku datang ke Indonesia menggunakan paspor kedaluwarsa.

“Pelaku seorang residivis di negaranya Singapura. Pelaku juga tinggal di Indonesia menggunakan paspor yang telah habis masa berlakunya sejak tahun 2006. Artinya, pelaku overstay berada di Batam,” tambah Hengki.

Saat ini, Kamarulzaman dibawa ke Mapolresta Balerang untuk dimintai keterangan. Mesya sendiri sudah berhasil diselamatkan usai peristiwa berlangsung.

Warga perumahan Seraya Garden, Kecamatan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, geger. WN Singapura, Kamarul Zaman, mengamuk dan menyekap putri angkatnya di rumah kontrakan yang berada di kompleks perumahan tersebut. Polisi bergerak.

Berdasarkan informasi di lokasi, Kamis (6/4/2017), penyekapan berawal dari perselisihan pelaku dan istrinya, Neneng.
Pelaku marah karena sang istri meminta bercerai.
Akhirnya pelaku menjemput putri angkatnya ke sekolah dan menyekap korban di dalam kamar.

Beritaangin – Penyekapan tersebut diketahui setelah Neneng menjemput anaknya ke sekolah. Ternyata, anaknya yang duduk di kelas I SD ini sudah lebih dulu dijemput pelaku. Neneng pun kelabakan dan melapor ke polisi.

Puluhan personel Polresta Barelang, Batam, yang dipimpin langsung Kapolresta Kombes Hengki, datang ke lokasi. Negosiasi sempat alot karena pelaku enggan melepaskan korban. Pelaku malah kalap, mengancam akan membunuh korban menggunakan sebilah parang.

Penyekapan berakhir petang hari ini, Kamis (6/4). Petugas masuk ke rumah dengan cara mendobrak jendela.

“Penggerebekan ini sudah sesuai dengan protap. Sudah negosiasi, tapi buntu. Jadi anggota bergerak,” kata Hengki seusai penggerebekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PREDIKSIGERHANA.BIZ|Prediksi Togel AKURAT|ANGKA JITU|MASTER JITU|SYAIR LENGKAP|LIVEGAMES IDNPLAY| Info Judi Online Frontier Theme